CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Aseriquays

Foto saya
-computer said- Hello! there's one messages! : ( a girl sound ) " hi! diah's here. thx for visit my blog ya! i'm thirteen and contact me at : ddrr.dee@hotmail.com so avaroku_ddrr@yahoo.com. oyea, hope you enjoy yaa and i'm very thanked if you give some comment " -computer said- leave messages for reply. thankyou

my zodiak

April 20, 2008

Kisi Kisi Kartul gue

A. PENDIDIKAN ANAK MENURUT AJARAN AGAMA ISLAM
Pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak, untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan.
Menurut Henderson, pendidikan adalah proses pertumbuhan dan perkembangan, dalam rangka sebagai suatu hasil interaksi induvidu dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial, dimana warisan sosial sebagai salah satu bagian daripada lingkungan sosialnya menjadi suatu alat yang dipergunakan untuk perkembangan individu seoptimal mungkin yang akan memajukan kesejahteraan umat manusia.
Pengertian pendidikan tersebut boleh dikatakan pengertian yang cukup lengkap, baik dilihat dari pewarisan sosial, maupun dari proses pertumbuhan dan perkembangan induvidu.
Proses kegiatan pendidikan pada dasarnya melibatkan masalah tingkah laku individu maupun kelompok. Pendidikan merupakan lingkungan di dalam nya terlibat individu-individu yang dapat saling berinteraksi dengan pendidikan anak didik sebagai intinya.
4 Sedangkan pengertian pendidikan menurut Islam yaitu membimbing terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya semua ajaran agama Islam.
Menurut pandangan Islam, manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang di dalam dirinya diberi kelengkapan-kelengkapan psikologis dan fisik memiliki kecenderungan ke arah yang baik dan yang buruk.

B. JENIS-JENIS PENDIDIKAN MENURUT AJARAN AGAMA ISLAM
1. Pendidikan Spritual
Tujuan pendidikan agama di sekolah-sekolah umum ialah untuk mendidik anak-anak supaya menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT, yang berarti taat dan patuh menjalankan perintah serta menjauhi larangan-larangannya seperti yang diajarkan di dalam Al-Qur’an.
Pendidikan agama harus sudah dimulai sedini mungkin, sejak anak masih bayi. Tentu saja hal ini merupakan tugas orang tua masing-masing. Orang tua yang menyadari pentingnya agama itu bagi perkembangan jiwa anak, mereka akan berusaha menanamkan pendidikan agama pada anak-anaknya pertama kali di dalam keluarganya sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah sesuai dengan ajaran agama Islam.
Memasukkan anak-anak ke madrasah, tempat-tempat pengajian atau sengaja memanggil guru agama ke rumah di luar waktu sekolah anank-anak adalah usaha yang baik, mengajarkan anak-anak melaksanakan sholat lima waktu, berpuasa di bulan suci Ramadhan, bersedekah, membayar zakat, menunaikan ibadah haji atau umroh bagi yang mampu baik materi maupun sehat jasmani.
Pendidikan agama bukanlah sekedar memberikan pengetahuan tentang keagamaan, tetapi justru yang lebih utama adalah membiasakan anak-anak taat dan patuh menjalankan ibadah serta bertingkah laku di dalam kehidupannya sesuai dengan ajaran yang telah ditetapkan dalam agama Islam.
2. Pendidikan Moral
Pendidikan Moral atau pendidikan budi pekerti sebenarnya erat sekali hubungannya dengan pendidikan agama. Demikian pula pendidikan moral itu tidak dapat terlepas dari pendidikan sosial atau kemasyarakatan yang akan penulis bahas kemudian.
Anak harus berkembang menjadi manusia yang dapat hidup di dalam dan menyesuaikan diri terhadap masyarakat, yang penuh dengan aturan-aturan dan norma-norma kesusilaan. Untuk ini perlulah anak itu dididik, supaya dapat dan sanggup hidup menuruti aturan-aturan dan norma-norma kesusilaan itu.
Tujuan pendidikan Moral itu adalah mengajarkan anak agar setia mengerjakan segala sesuatu yang baik, dan meninggalkan yang buruk atas kemauan sendiri dalam segala hal dan setiap waktu.
Hal-hal yang diajarkan dalam pendidikan moral adalah sebagai berikut , antara lain :
§ Menjauhi berkata dusta, terdapat dalam Q.S. Yunus ; 17 yang artinya ”Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengadakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat Nya? Sungguh orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung ”.
§ Menjauhi perbuatan mencuri, terdapat dalam Q.S. Al-Maidah : 38 yang artinya ; ”Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha perkasa, Maha bijaksana”.
§ Menjauhi sifat suka mencela dan mencemooh, terdapat dalam Q.S. Al-Hujurat ; 11 yang artinya ; ”Wahai orang-orang yang beriman ! janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” .
§ Dan menjauhi menonton film porno, tidak bersikap dan bergaya menyerupai lawan jenis kelamin, serta menjauhi pergaulan bebas dan memandang hal-hal yang diharamkan Allah SWT.

3. Pendidikan Fisik
Pendidikan Fisik yang dimaksud di sini adalah yang erat hubungannya dengan pertumbuhan dan kesehatan badan atau jasmani anak-anak agar terbentuk kepribadian yang baik.
Disini kebutuhan fisik juga sangat diperlukan seperti kebutuhan gizinya harus terpenuhi, kebutuhan sandang dan perumahan yang memenuhi syarat kesehatan agar anak dapat tumbuh dalam suasana penuh kasih sayang, tentram dan aman.
Dalam kondisi fisik dan psikis yang baik anak bisa melewati proses pendidikan sesuai fase perkembangannya didalam keluarga, juga pendidikannya di sekolah secara optimal. Dengan demikian anak bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketrampilan yang diajarkan untuk bekal kehidupannya di kemudian hari.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan fisik anak-anak antara lain :
§ Mengikuti aturan makan makanan yang halal, sehat dan bergizi dalam pola makan 4 sehat 5 sempurna, istirahat yang teratur, membaca do’a Basmallah dan Hamdallah sebelum dan sesudah melakukan kegiatan tersebut diatas. Serta do’a-do’a lainnya sesuai dengan kegiatan yang dilakukan menurut ajaran agama Islam.


§ Melindungi diri dari penyakit menular.
“Larilah dari orang yang berpenyakit kusta sebagimana engkau lari dari singa” (H.R. Bukhari)
§ Membiasakan diri berolah raga dan ketangkasan.
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan)”. (Q.S. Al-Anfaal : 60).
§ Menjauhi rokok, minuman keras, narkotika, zina, dan homoseksual.
”Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung”. (Q.S. Al – Maidah : 90).
”Dan janganlah kamu mendekati zina ; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”. (Q.S. Al–Isra’ : 32).


4. Pendidikan Sosial
Manusia itu menurut pembawaannya adalah makhluk sosial. Sejak dilahirkan bayi sudah termasuk ke dalam suatu masyarakat kecil yang disebut keluarga.
Tujuan pendidikan sosial ialah mengajarkan anak-anak tidak hanya mempunyai hak tetapi harus mempunyai kewajiban dan tanggung jawab. Dan membiasakan anak-anak berbuat mematuhi dan memenuhi kewajibannya sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga Negara.
Hal-hal yang dianjurkan dalam pendidikan sosial antara lain :
§ Hak terhadap orang tua, yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 23 dan 24 yang artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah“ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil “.
§ Hak terhadap saudara, terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-isra’ Ayat: 26, yang artinya “Dan berikanlah haknya kepada kerabat-kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros”.
§ Hak terhadap tetangga.
§ Hak terhadap guru
§ Hak terhadap teman
§ Hak terhadap orang yang lebih tua
Didalam pendidikan sosial juga diajarkan cara melaksanakan etika-etika sosial yang harus di patuhi oleh anak-anak, antara lain ;
§ Etika memberi salam.
“Maka apabila kamu memasuki rumah-rumah, hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah, dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu mengerti”. (Q.S. An-Nur : 61).
§ Etika meminta izin, hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat An-Nur Ayat 27 yang artinya; "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya".
§ Etika Berbicara, yaitu berbicara dengan menggunakan bahasa yang sopan, tegas, dan lembut (suara rendah),
§ Etika Bersenda gurau, yaitu tidak berlebihan, tidak menyakiti seseorang dengan candanya dan menghindari kebohongan serta kebatilan.
§ Etika Mengucapkan Selamat.
§ Etika Mengunjungi orang sakit, yaitu dengan bersegera menjenguknya, mendoakan kesembuhannya dan menghiburnya.
§ Etika Ta’ziyah (Mengunjungi yang meninggal), yaitu mengucapkan salam duka cita kepada keluarga almarhum, mendoakan almarhum dan keluarganya yang di tinggalkan.
§ Etika Bersin dan Menguap, yaitu menutup mulut dengan tangan/ saputangan, mengucapkan Hamdallah, Yarhamukumullah dan Yahdikumullah.

2 komenss:

nadhira sp mengatakan...

lo ada blog baru yaa??

bales yaa

Wijaya Kusumah mengatakan...

Terima kasih ya tulisan blognya bagus. Terus menulis yah. Omjay

MESSAGES